Tampilkan postingan dengan label Radiologi Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Radiologi Dasar. Tampilkan semua postingan

Terminologi & Istilah Dalam Radiologi

0 komentar


TERMINOLOGI
1. Anatomi adalah ilmu yang mempelajari susunan alat tubuh manusia
2. Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi alat tubuh manusia
3. Osteologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tulang-tulang (Bahasa latin : Os) (Bahasa yunani : Osteon)
4. Skeleton atau rangka adalah tulang pada tubuh bersendi membentuk susunan
5. 
Retrograde cystografi adalah salah satu pemeriksaan traktus urinarius yang dikhususkan untuk memeriksa bagian vesica urinaria (kandung kemih ) dan uretra, dengan cara memasukan suatu bahan kontras yang dimasukan melalui uretra, dengan mengunakan kateter atau langsung menggunakan spuit.
6. Esofagus merupakan suatu organ silindris berongga dengan panjang sekitar 25 cm dan garis tengah 2 cm. Terbentang dari hipofaring hingga kardia lambung Esofagus terletak posterior terhadap jantung dan trakea, anterior terhadap vertebra dan berjalan melalui lubang pada diafragma tepat anterior terhadap aorta.
7. Radiobiologi adalah ilmu yang mempelajari efek biologi yang ditimbulkan akibat interaksi radiasi dengan bahan atau zat biologi
8. Artrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang sendi ( penyakit sendi )
9. Miologi adalah ilmu yang mempelajari tentang otot
10. Neurologi adalah ilmu yang mempelajari tentang persarafan ( penyakit saraf )
11. Kardiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jantung ( penyakit jantung )
12. Gastrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang salurang pencernaan, terutama lambung dan usus
13. Oftalmologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mata ( penyakit mata )
14. Urologi adalah ilmu yang mempelajari tentang saluran kemih dan sistem reproduksi (penyakit saluran perkencingan)
15. Dermatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kulit ( penyakit kulit )
Fungsi Tulang

1. Formasi rangka : membentuk rangka tubuh
2. Formasi sendi : membentuk persendian
3. Perlekatan otot-otot
4. Kerja sebagai pengungkit
5. Penyokong berat badan
6. Proteksi : melindungi bagian yang halus
7. Pembentukan sumsum tulang ( haemopoesis)
8. Fungsi immunologis
9. Penyimpanan kalsium

Fungsi jaringan rawan : 

1. Penutup ujung-ujung tulang
2. Pada embrio sebagai penyangga sementara yang kemudian akan berubah menjadi tulang keras
3. Sebagai penyangga misalnya tulang hidung dan tulang telinga
4. Penyambung antara tulang
  

ISTILAH - ISTILAH RADIOLOGI

A
1. Abduksi : gerakan menjauhi tubuh atau badan
2. Adduksi : gerakan mendekati tubuh atau badan
3. Alae : penonjolan tulang yang berbentuk sayap
4. Amprah : surat atau kertas keterangan permintaan tindakan radiologi
5. Antebrachii : tulang lengan bawah
6. Anterior : bagian depan
7. Appendicogram : pemeriksaan untuk mendeteksi adanya gangguan pada appendiks (umbai cacing), seperti adanya penyakit usus buntu
8. Appendiks : umbai cacing
9. Appendiksitis : penyakit radang usus buntu

10. Apron : baju pelindung radiasi yang terbuat dari bahan timbal
 
11. Arteri : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung keseluruh tubuh
12. Asendens : bagian yang naik
B
1.
 
C
1.  Os Calcaneus : tulang tumit
2.  Canaliculus / Kanalikulus : sebuah saluran tulang yang kecil
3.  Canalis : sebuah saluran tulang
4.  Caninus : gigi taring
5.  Capitulum / Kapitulum :  penonjolan sendi yang bulat dan kecil
6.  Capsula bowman : capsula ginjal yang dipagari oleh capillaries
7.  Caput / Kaput :
 penonjolan kepala sendi berbentuk bulat
8.  Cardiomegali : pembesaran jantung
9.  Caudal : bagian ekor
10.  Os Cervical : tulang leher
11.  Os Clavicula : tulang selangka
12. Colon : usus besar
13. Condylus : merupakan bagian sendi dari tulang yang membesar dan berbentuk bulat
14. Cornu / Kornu : penonjolan tulang seperti tanduk yang panjang
15. Corpus Alienum : benda asing yang masuk ke dalam tubuh
16. Os Costae : tulang rusuk
17. Os.Costae fluctuantes : tulang rusuk melayang
18. Os Costae sporia : tulang rusuk palsu
19. Os Costae vera : tulang rusuk sejati
20. Os Coxae : tulang duduk
21. Cranial : bagian kepala
22. Cranium : tulang kepala
D 
1. Defleksi : gelombang ultrasound yang dipantulkan kembali setelah mengenai permukaan media
2. Dekstra : bagian kanan
3. Dehidrasi : kekurangan cairan atau pengurangan volume air yang terjadi pada tubuh karena pengeluaran yang berlebihan atau penyusutan yang tidak diganti sehingga tidak mempunyai persediaan yang cukup
4. Densitas : derajat kehitaman dari sebuah foto rontgen
5. Desendens : bagian yang turun
6. Disfagia : kesulitan untuk menelan atau memasukan makanan
7. Dislokasi :  terlepasnya kompresi jaringan tulang dari kesatuan sendi
8. Distal : bagian yang jauh dari tubuh
9. Duodenum : bagian utama usus halus panjangnya 25 cm,berbentuk sepatu kuda, dan kepalanya mengelilingi kepala pancreas
E
1. Echo : suara atau gema
2. Edema : tertimbunnya cairan dalam jaringan akibat adanya gangguan keseimbangan cairan didalam tubuh
3. Efusi pleura : pengumpulan cairan didalam rongga pleura
4. Ekstensi : meluruskan kembali sendi
5. Eksternal : bagian luar
6. Emboli : obstruksi pembuluh darah oleh badan materi yang tidak larut
 
7. Empiema : nana di dalam rongga pleura
8. Endoscopy :  suatu instrumen yang digunakan untuk memeriksa interior sebuah organ berongga atau rongga tubuh. Tidak seperti kebanyakan perangkat pencitraan medis, endoskopi dimasukkan langsung ke organ
9. Epicondylus : penonjolan yang bukan persendian, tempatnya diatas kondilus
10. Erect : posisi berdiri
F
1. Femur : tulang paha
2. Fasies : sebuah dataran permukaan sendi
3. FFD : Focus Film Distance atau jarak antara fokus pada tabung sinar - x dengan film
4. Os Fibula : tulang betis
5. Filter : berfungsi supaya berkas sinar-x yang heterogen menjadi lebih homogen sehingga kualitas menjadi baik dan juga berfungsi untuk mengurangi jumlah sinar-x dengan energi foto yang rendah yang tidak dapat dimanfaatkan dalam pencitraan sehingga tidak perlu keluar dari tabun
6. Fleksio : membengkokkan atau melipat sendi
7. Foramen : sebuah lubang kecil (pintu pada tulang)
8. Fossa : lekukan tulang yang luas
9. Fovea : sebuah lekukan tulang yang kecil
10. Fraktur : patah tulang  atau terputusnya kontinuitas tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya
G
1. Gallipot : sebuah wadah untuk tempat obat atau bahan kontras
2. Gastritis : radang pada gaster
3. Genue : dengkul
4. Gonad : alat reproduksi atau organ yang membuat gamet  (pada laki laki adalah testis, dan pada perempuan adalah ovarium
H
1. Hemothoraks : darah di dalam rongga pleura biasa terjadi karena cedera di dada
2. Hepatitis : peradangan pada sel-sel hati
3. Hepatomegali : pembesaran hati
4. Hernia : biasa dikenal dengan turun berok atau penyakit akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut
5. High Kv : teknik pada bidang radiologi dengan memanfaatkan tegangan (kV) tinggi dengan menurunkan nilai mAs untuk menghasilkan gambaran radiografi yang sama dengan kondisi kV standar pada sebuah pemeriksaan radiologi.
 
6. Horizontal : garis mendatar
7. Hydroneprosis : distensi dan dilatasi dari renal pelvic, biasanya disebabkan oleh terhalangnya aliran urin dari ginjal (Obstruksi), Hydroneprosis biasa disebut pembesaran ginjal
8. Os Hyoideum : tulang lidah
9. Humerus : tulang lengan atas
I.
1. Incusura / Insisura : sebuah lekukan tulang atau lengkungan dari sebuah pinggir tulang
2. Inferior : bagian bawah
3. Insert tube : salah satu dari komponen tabung sinar-x yang terbuat dari tabung kaca hampa udara dengan dilengkapi KNAP yang saling berhadapan 
4. Insisivus : gigi seri
5. Internal : bagian dalam
J.
1.
K
1. Karsinoma : tumor ganas
2. Kateter : sebuah pipa panjang,ramping,dan fleksibel,yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk beraneka tujuan.Kateter terbuat dari bahan lentur yang dapat dilihat dengan sinar-X.
3. Kolimasi : merupakan bagian yang terbaik dari x-ray beam restrictors yang digunakan untuk mengatur luas lapangan penyinaran, keluarnya sinar-x dan sebagai off fokus radiasi  
4. Kromosom Asentrik : potongan kecil kromosom yang tidak mengandung sentromer. Kromosom ini merupakan hasil dari terjadinya delesi atau pematahan pada lengan kromosom, baik terminal atau interstisial.  
5. Kromosom Cincin (ring) : hasil penggabungan lengan kromosom dari dari satu kromosom yang sama. 
6. Kromosom Disentrik : kromosom dengan dua buah sentromer sebagai hasil dari penggabungan dua kromosom yang mengalami patahan 
  
L
1. Os Lacrimale : tulang air mata
2. Lamina : lempeng tulang yang tipis
3. Lateral : posisi miring dalam kondisi tidur ataupun berdiri
4. Os Laximale : tulang mata
5. LET : Linear Energy Transfer atau tingkat energi yang tersimpan sebagai partikel bermuatan pada saat radiasi menembus bahan ( keV / mikron )
6. Longitudinal : membujur
7. Os Lumbal : tulang pinggang
M
1. Malleolus : merupakan penonjolan tulang yang besar (pada ujung bawah tibia dan fibula)
2. Os Mandibula : tulang rahang bawah
3. Os Manubrium sterni : tulang hulu
4. Ossa Manus : tangan
5. Marker : alat yang terbuat dari timbal yang di gunakan sebagai penanda objek  (biasanya Marker itu R atau L maksud nya yaitu R untuk penanda bagian objek sebelah kanan dan L untuk penanda bagian objek sebelah kiri )
6. Maskularis : susunan otot
7. Os Maxilla : tulang rahang atas
8. Medial : bagian tengah
9. Minyak pendingin : berfungsi sebagai menetralisir atau mendinginkan panas yang dikeluarkan pada saat eksposi dan juga berfungsi sebagai memproteksi tegangan tinggi. 
9. Molar : gigi geraham
N
1. Os Nasal : tulang hidung
2. Needle : jarum suntik (wing needle : jarum suntik berbentuk sayap)
3. Nervus : susunan syaraf
O
1. Oblique : posisi tubuh dalam keadaan miring sebesar 45 derajat
2. Oral : mulut
3. Os Orbita : tulang rongga mata
3. Os : tulang
4. Ossa : tulang - tulang
P
1. Os Patella : tulang tempurung lutut
2. Ossa Pedis :  tulang kaki
3. Pelvis : tulang panggul
4. Perifer : bagian tepi
5. Plain foto : foto pendahuluan untuk mengecek persiapan yang dilakukan oleh pasien
6. Polyuria : fisiologis normal dalam beberapa keadaan, seperti diuresis dingin, diuresis ketinggian, dan setelah minum cairan dalam jumlah besar.
7. Post Void : keadaan dimana jumlah urine dalam kandung kemih sudah sedikit bahkan tidak ada
 karena telah dikeluarkan melalui prosses buang air kecil  
8. Posterior : bagian belakang
9. Premolar : gigi geraham depan
10. Processus : merupakan penonjolan yang panjang
11. Os Proccessus Xyphoideus : tulang taju pedang
12. Profunda : dalam
13. Proksimal : bagian yang dekat ke pusat tubuh
14. Prone : posisi tiduran diatas meja pemeriksaan
15. Os Pubis : tulang kemaluan
16. Pulser : alat yang berfungsi sebagai penghasil tegangan untung merangsang kristal pada transducer dan membangkitkan pulsa ultrasound
17. Pyelonepritis : inflamasi pada pelvis ginjal dan parenkim ginjal yang disebabkan karena adanya infeksi oleh bakteri infeksi bakteri pada jaringan ginjal yang dimulai dari saluran kemih bagian bawah terus naik ke ginjal.
Q
1.
R
1. Radiosensitifitas : tingkat sensitivitas terhadap paparan radiasi yang berhubungan dengan kematian sel, khususnya kematian reproduktif sel 
2. Os Radius : tulang pengumpil
3. Ragebol : kemoceng
4. Ramus : sebuah cabang yang besar dari bagian tubuh utama
5. Refraksi : perubahan panjang gelombang akibat dari berpindahnya gelombang ultrasound dari suatu media ke media lainnya. hal ini menyebabkan penurunan intensitas
6. Rotasi : gerakan memutar sendi
S
1. Sand bag : bantalan pasir yang berfungsi supaya tidak ada pergerakan pada objek
 
2. Os Sacrum : tulang kelangkang
3. Os Scavula : tulang belikat
4. Sel : bagian yang terkecil dari makluk hidup yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop
5. Sentral : bagian pusat
6. Sinistra : bagian kiri
7. Sinus : sebuah rongga yang berisi udara
8. Sirkumduksio : gerak sirkular atau pergerakan gabungan fleksi, ekstensi, abduksi dan adduksi
9. Sirosis : penyakit yang sudah lanjut dimana fungsi hati sudah sangat terganggu akibat banyaknya jaringan ikat di dalam hati dan hati menjadi keras
10. Spina : sebuah penonjolan tulang yang runcing
11. Spons : alat yang terbuat dari busa yang digunakan supaya objek tidak mengalami pergerakan
12. Spuit : 
 sebagai alat untuk pemasukan bahan kontras atau sebagai injector
13. Striktura : penyempitan pada organ
14. Sulcus : depresi atau celah di permukaan organ
15. Superfisial : dangkal
16. Superior : bagian atas
17. Supine : posisi tidur terlentang di atas meja pemeriksaan
T
1. Thorax : paru - paru
2. Os Tibia : tulang kering
3. Tourniquet : berfungsi untuk mengontrol vena dan arteri sirkulasi ke ujung pada jangka waktu tertentu.
4. Transducer : alat yang berfungsi sebagai transmitter (pemancar) sekaligus sebagai receiver (penerima). dalam fungsinya sebagai pemancar, transducer merubah energi listrik menjadi mekanik berupa getaran suara berfrekuensi tinggi. dan fungsi receiver pada transducer adalah merubah mekanik menjadi listrik  
  
5. Transversal : melintang
6. Trochanter : penonjolan tulang yang bulat dengan ukuran besar
7. Trochlea : bagian persendian tulang yang berbentuk katrol
8. Tuber : penonjolan tulang bentuknya besar
9. Tuberositas : penonjolan tulang yang berbentuk bulat dengan ukuran sedang
10. Tube Shield : berfungsi sebagai pengaman dan proteksi komponen-komponen yang ada didalamnya, perisai tabung terbuat dari metal + Pb.  
11. Tube Housing : salah satu dari komponen tabung sinar-x yang berfungsi untuk melindungi insert tube dari benturan fisik dan juga menjaga agar sinar-x tidak menyebar kesegala arah
U
1. Umbilikus : pusar
2. Ulcers :
    erosi dari mukosa dinding lambung (karena cairan gaster, diet, rokok, bakteri )
3. Os Ulna : tulang hasta
4. Urinari : sistem perkemihan
5. USG (Ultrasonografi) : pemeriksaan dalam bidang penunjang radiodiagnostik yang memanfaatkan gelombang ultrasonik dengan frekuensi yang tinggi dalam menghasilkan imajing tanpa menggunakan radiasi, tidak menimbulkan rasa sakit (non traumatic), tidak menimbulkan efek samping, relatif murah, pemeriksaannya cepat dan persiapan serta peralatannya lebih mudah
V
1. Vena : pembuluh darah balik yang membawa darah dari jaringan tubuh kembali ke jantung
2. Vertebrae : ruas tulang belakang
3. Vertikal : garis tegak
4. Viewing box : boks atau kotak yang didalam nya terdapat sebuah lampu yang digunakan untuk memperjelas atau membantu dalam proses membaca foto rontgen
W
1. Window : berfungsi sebagai jendela pengatur keluarnya sinar-x pada tube housing.
2. Wire : alat yang menghubungkan pulsa listrik dengan kristal
3. Wrist atau carpals : tulang pergelangan tangan
X
1. X-ray beam restrictors : perangkat yang terpasang pada pembukaan di tube housing sinar x-mengatur ukuran dan bentuk berkas sinar-x. restrictors dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori yaitu aperture diafragma, canus dan cilinders dan kolimator

Y
1.
Z
1. Zygomaticum : tulang pipi


 

 http://cafe-radiologi.blogspot.com/p/istilah-radiologi.html

FAKTOR EKSPOSI DALAM FOTO RADIOGRAFI

0 komentar



FAKTOR EKSPOSI
Faktor eksposi ( factor penyinaran ) terdiri dari kV ( kilo volt ), mA ( mili Amper ) dan s ( second ) . kV adalah satuan beda potensial yang diberikan antara katoda dan anoda didalam tabung Roentgen. KV akan menentukan Kualitas sinar - x. mA adalah suatu arus tabung, dan s adalah satuan waktu penyinaran. mAs akan menentukan kuantitas sinar - x.

1.     Tegangan listrik (kV)
Tegangan listrik (kV) adalah satuan beda potensial yang diberikan antara katoda dan anoda didalam tabung Roentgen. kV atau Tegangan listrik akan menentukan kualitas sinar-x dan daya tembus sinar-x, makin tinggi besaran tegangan listrik yang di gunakan makin besar pula daya tembusnya.
Dalam menentukan tegangan listrik sebaiknya menggunakan tegangan optimal yang mampu menghasilkan detail obyek tampak jelas. Hal-hal yang mempengaruhi tegangan tabung adalah :
a. Jenis pemotretan
b. Ketebalan obyek
c. Jarak pemotretan
d. Perlengkapan yang digunakan

Efek yang terjadi sehubungan dengan kenaikan tegangan listrik (kV) adalah
a.Energi radiasi sinar-x akan meningkat, sehingga densitas pada film akan menigkat
b. Mengurangi kontras obye
c. Mengurangi dosis radiasi pada kulit sedangkan pada gonat meningkat

      2. Arus dan waktu (mAs)

Arus dan waktu adalah pekalian arus listrik (mA) dan waktu exposi (s), yang mana besaran arus ini menentukan kuantitas radiasi. Dalam setiap pemotretan pada berbagai bagian tubuh mempunyai besaran arus dan waktu tertentu. Pada dasarnya arus tabung yang dipilih adalah pada mA yang paling tinggi yang dapat dicapai oleh pesawat, agar waktu exposi dapat sesingkat mungkin, sehingga dapat mencegah kekaburan gambar yang disebabkan oleh pergerakan. Waktu exposi yang relatif panjang digunakan pada teknik pemeriksaan yang khusus misalnya tomografi.

Faktor-faktor yang mempengaruhi besaran faktor eksposi adalah

1. Filter 

Pada umumnya tabung pesawat sinar-x diagnostik menggunakan filter inheret dan biasanya di tambah dengan filter tambahan berupa aluminium yang kalau di disatukan setara dengan 2 mm Al. Filter ini berfungsi menyaring radiasi yang lemah. Sedangkan pada pemotretan yang menggunakan tegangan yang rendah seperti pada teknik pemotretan mammografi, filter tambahan tidak diperlukan akan tetapi pada pemotretan tegangan tinggi. Filter tambahan perlu diperhitungkan.

2. Jarak pemotretan 

Jarak dalam pemotretan terdiri atas:
a. Jarak fokus ke obyek (FOD = focus obyek distance)
b. Jarak obyek ke film (OFD = obyek film distance)
    Bila OFD dijauhkan maka akan terjadi :
    - Geometric unsharpness meningkat
    - Magnifikasi (pembesaran) bertambah
c. Jarak fokus ke film ( FFD = focus film distance)
    Memperpanjang jarak fokus ke film dapat menyebabkan:
-Mengurangi ketidaktajaman (kekaburan) gambaran yang disebabkan oleh faktor geometrik.
-Mengurangi magnifikasi (pembesaran) pada gambar terutama pada pemotretan thorax.
- Mengurangi dosis kulit pada pasien.
- Menaikkan arus dan waktu (mAs).

Untuk menentukan besaran mAs tehadap perubahan FFD dapat menggunakan rumus dibawah ini :

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgpdK_xciYyDMxFXzeSLAx_6niUEc9MYB5o6RF_F-Xu6SbPZwN1hgPH-ilJeCSJnkthhdU5Pe_6js-9XW5aeEKBZFWWgAE4axhjU29Yz86j7-DoT_UlCnTwpSWt17F_fBMeWyezFsr64HQ/s1600/Capture.JPG

3. Luas lapangan penyinaran ( kolimasi)

Membatasi dan mengurangi luas lapangan penyinaran pada suatu pemotretan akan mengurangi jumlah radiasi hambur yang akan mempengaruhi kontras. Pembatasan kolimasi disesuaikan dengan kebutuhan klinis.

4. Ukuran fokus

Pada pesawat sinar-x diagnostik yang umum digunakan biasanya mempunyai dua ukuran fokus yaitu fokus besar dan fokus kecil. Fokus besar digunakan pada pemakain arus yang besar, sedangkan fokus kecil digunakan pada pemakain arus kecil. Gambaran yang dihasilkan fokus kecil lebih tajam dibandingkan dengan menggunakan fokus besar.

5. Film dan lembaran penguat (IS)

Kombinasi film dan lembaran penguat harus dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan akan detail dan kontras yang optimum, serta penggunaan dosis radiasi sekecil mungkin. Biasanya digunakan kombinasi lembaran penguat kecepatan sedang dan film cepat,sehingga faktor eksposi dapat diperkecil.

6. Grid

Grid merupakan alat untuk mengurangi atau mengeliminasi radiasi hambur agar jangan sampai ke film. Grid terdiri dari lajur-lajur lapisan tipis timbal yang di susun selang-seling diantara bahan yang tembus radiasi misalnya plastik dan kayu. Grid digunakan terutama pada pemotretan yang menggunakan mAs yang tinggi.

7. Jenis pemotretan

Faktor eksposi yang dipilih untuk suatu pemotretan tergantung pada :
a. Bagian tubuh yang akan diperiksa
b. Struktur yang akan difoto
c. Keadaan fisik pasien

8. Proses pengolahan film 

Setiap film harus diproses dengan teknik pengolahan film yang tepat, agar dihasilkan gambaran yang baik. Proses pengolahan film ada dua macam yaitu secara manual dan cara automatik. Faktor eksposi harus mempertimbangkan proses pencucian yang digunakan serta umur cairan pada proses pencucian film.

Selain faktor perlengkapan di atas faktor eksposi juga dipengaruhi juga oleh penggunaan gips pada pasien, dengan ketentuan sebagai berikut:
- Gips basah (wet pop) mAs harus dinaikkan 4 kali dari biasa.
- Gips kering (dry pop) mAs harus dinaikkan 2 kali dari biasa.


Hubungan faktor eksposi dengan tebal tipisnya objek (rule of thumb). 
a) kV
Tiap bertambah atau berkurang 1 cm ketebalan objek tubuh maka kV yang digunakan harus ditambah atau dikurangi: 
2 kV jika kV < 80 kV 
3 kV jika kV antara 80 kV sampai dengan 100 kV 
4 kV jika kV > 100 kV 

Catatan: pada mAs tetap FFD tetap dan yang lainnya juga tetap. 


Menurut teori Prof. Van Der Plats didalam bukunya Medical x-ray technic. Tiap kenaikan 1 cm kenaikan tebal tubuh penambahan kV yang digunakan adalah 5% dari semula. Misalnya kenaikan 3 cm dengan 50 kV mula-mula jadi kV yg akan yang gunakan adalah : 

1,05 x 1,05 x 1,05 = 1, 576 atau 1,16 
50 kV + (16% x 60) 
50 + 8 = 58 kV 


Catatan: pada mAs tetap FFD tetap dan yang lainnya juga tetap. 


b) mAs 
Menurut Prof. Van Der Plats tiap tebal objek bertambah atau berkurang 1 cm maka mAs juga bertambah atau berkurang 25% 
contoh : 
tebal dari 17 cm ke 20 cm menggunakan 20 mAs, 
1,25 x 1,25 x 1,25 = 1,95 
20 mAs + (95% x 20) 
20 + 19 = 39 mAs 
Jadi mAs yg digunakan adalah 39 mAs 


Catatan: pada kV tetap FFD tetap dan yang lainnya juga tetap. 

Hubungan penggunaan kV dengan mAs 

Tiap kenaikan 10 kV, mAs harus dikurangi 50% pada pemeriksaan radiologi antara 30 – 60 kV untuk mendapatkan hasil yang sama. 
Contoh : 
60 kV dan 20 mAs akan mendapatkan hasil yang sama dengan 70 kV dan 10 mAs 
Atau sebaliknya 
60 kV dan 20 mAs akan mendapatkan hasil yang sama dengan 50 kV dan 40 mAs 

Catatan: pada FFD tetap dan yang lainnya juga tetap. 



 


                                        Jangan Lupa Komentarnya yach .....:)



Radiology Full Muscik...!

Followers

Pages

 

Zona Cafe Radiologi © 2011 Design by Best Blogger Templates | Sponsored by HD Wallpapers